Gudang & Inventory
Material & Perangkat

Kelola stok item, pergerakan barang, dan pemakaian material teknisi.

Gudang dipakai untuk memastikan ONT, router, kabel, patchcord, ODP, splitter, dan material PSB tercatat dengan jelas.

Screenshot mockup gudang inventory

Fungsi Modul Gudang

Master Item

Mencatat nama barang, kategori, satuan, stok minimum, serial number bila diperlukan, dan lokasi rak.

Stok Masuk

Mencatat pembelian, retur teknisi, koreksi stok, atau penerimaan barang dari supplier.

Stok Keluar

Mencatat pemakaian PSB, penggantian perangkat saat tiket, peminjaman teknisi, atau barang rusak.

Kontrol Minimum Stock

Memberi tanda ketika stok turun di bawah batas minimum agar admin cepat restock.

Import Barang Supplier

Membaca katalog supplier dari Excel, CSV, TXT, atau PDF dengan preview sebelum data disimpan.

Cara Tambah Item Gudang

Gunakan langkah ini untuk barang baru yang belum ada di sistem.

Buka menu `Gudang`.
Klik `Tambah Item`.
Isi nama item yang mudah dicari, misalnya `ONT ZTE F670L` atau `Patchcord SC/APC 3m`.
Pilih kategori: ONT, router, kabel, ODP, splitter, tools, sparepart, atau material umum.
Pilih satuan: pcs, meter, roll, box, unit, atau pasangan.
Isi stok awal. Jika belum ada stok, isi `0` agar item tetap tercatat.
Isi minimum stock. Sistem dapat menandai item saat stok sudah perlu dibeli lagi.
Aktifkan serial number jika item perlu dilacak per unit, misalnya ONT atau router.
Klik `Simpan` lalu cek item muncul di daftar stok.
Klik tombol `Refresh` di toolbar Gudang untuk memuat ulang daftar item, kategori, mutasi terbaru, dan jumlah approval. Jika gagal, pesan error akan menjelaskan apakah masalahnya sesi login, permission, endpoint, atau server.

Hapus Item Gudang

Tombol `Hapus` hanya tampil untuk Super Admin agar data inventaris tidak terhapus tanpa kontrol.

Buka `Gudang`, tab `Barang`, lalu klik item yang ingin diproses.
Super Admin dapat klik tombol `Hapus` dari daftar atau detail item.
Jika item belum punya riwayat stok, mutasi, serial number, atau aset, item akan dihapus permanen.
Jika item sudah punya histori, sistem menonaktifkan item agar riwayat gudang tetap aman dan bisa diaudit.
Jika user bukan Super Admin mencoba menghapus lewat API, sistem menolak dengan pesan bahwa hapus item hanya boleh dilakukan Super Admin.

Import Barang Supplier

Gunakan fitur ini untuk memasukkan daftar barang yang dijual supplier tanpa langsung menambah stok.

Buka `Gudang`, pilih tab `Supplier`.
Pada baris supplier, klik `Import Barang`.
Upload file `XLSX`, `CSV`, `TXT`, atau `PDF`. Untuk hasil paling akurat gunakan Excel/CSV dengan kolom `Nama Barang`, `SKU`, `Kategori`, `Satuan`, `Harga Beli`, dan `Harga Jual`.
Klik `Preview`. Sistem menampilkan baris valid, item yang akan dibuat, item existing yang cocok, dan error per baris.
Centang hanya barang yang ingin diimport. PDF bersifat best-effort, jadi wajib cek ulang nama barang dan harga sebelum import.
Klik `Import Terpilih`. Sistem membuat/update master barang dan menautkan harga supplier, tetapi tidak menambah stok gudang.
Jika barang sudah datang fisik, lanjutkan lewat flow `Stok Masuk` agar kuantitas gudang bertambah dan mutasi tercatat.

Stok Masuk dan Keluar

Buka detail item atau menu `Stok Masuk`.
Pilih item, isi jumlah, tanggal, sumber barang, dan nomor referensi pembelian jika ada.
Untuk item serial, masukkan serial number satu per satu.
Simpan dan cek stok bertambah di kartu item.
Buka `Stok Keluar`.
Pilih tujuan: PSB, tiket gangguan, teknisi, barang rusak, atau koreksi.
Pilih item dan jumlah yang dikeluarkan.
Jika terkait tiket/PSB, hubungkan ke nomor tiket atau jadwal teknisi.
Simpan. Stok berkurang dan riwayat pemakaian tercatat.
Gunakan retur saat teknisi mengembalikan barang tidak terpakai atau barang rusak.
Pilih item, kondisi barang, jumlah, dan teknisi pengembali.
Jika barang masih layak, masukkan kembali ke stok aktif. Jika rusak, masukkan ke stok rusak/karantina.

Pemakaian Material PSB

Saat jadwal PSB dibuat, siapkan daftar material: ONT, router, kabel dropcore, patchcord, clamp, dan lainnya.
Gudang mengeluarkan material ke teknisi atau tim instalasi.
Teknisi mencatat jumlah aktual yang dipakai saat pekerjaan selesai.
Sisa material dikembalikan melalui retur gudang.
Admin dapat melihat histori pemakaian per pelanggan, teknisi, dan tanggal.

Stock Opname

Lakukan opname berkala. Selisih stok harus dicatat sebagai koreksi dengan alasan jelas agar audit gudang tetap rapi.