WhatsApp Bot
Untuk pelanggan, teknisi, dan admin yang butuh pesan cepat.
Notifikasi mendukung WhatsApp Bot, Email, Telegram Bot, dan Push Notification untuk device Netadmin.
Untuk pelanggan, teknisi, dan admin yang butuh pesan cepat.
Untuk laporan formal, backup status, invoice, dan arsip komunikasi yang dikirim oleh sistem tenant.
Untuk grup NOC/admin agar status operasional terkirim ke channel tim.
Untuk aplikasi Netadmin yang sudah memiliki FCM token aktif.
Nama tenant, modul, status, waktu, ringkasan hasil, link detail, dan instruksi tindak lanjut bila gagal.
Pesan WhatsApp, Telegram, dan email yang dikirim sistem otomatis ditutup dengan `ion.net.id - Internet Super Ngebut` dan `Portal Pelanggan : https://apps.ion.net.id`. Operator tidak perlu menulis footer ini di setiap template.
`Backup berhasil. Lokasi: S3 Object Storage. File: backup-2026-06-21.zip. Channel: WA, Email, Telegram, Push.`
Cek Bot Token, Chat ID, izin bot di grup/channel, toggle `Aktifkan Telegram Bot`, dan jumlah `Routing Aktif`. Jika token lama salah, centang reset token lalu simpan token baru dari BotFather.
Cek apakah ada device Netadmin dengan FCM token aktif. Jika tidak ada device, status akan ditampilkan gagal/tidak tersedia.
Cek SMTP host, port, username, password, encryption, dan batas pengiriman provider.
Cek Base URL provider, token/API key, secret/number key, format nomor, kuota provider, dan apakah limit akun atau jeda akun sedang menahan pengiriman. Jika pesan menyebut `WhatsApp Bot nonaktif`, aktifkan toggle provider untuk Wablas/Fonnte/Whapi/provider lain. Jika memakai banyak akun, buka tab provider, cek status akun, statistik gagal, cooldown, bobot, dan routing. Untuk round-robin, cek `Inbox / Outbox`: pesan outbound menampilkan `Sender`/`via` berisi label akun dan nomor sender sehingga pergantian akun terlihat langsung. Lalu klik `Test` pada akun yang bermasalah. Cron `wabot:sync-status` hanya memperbarui status lokal, tidak mengirim ulang pesan gagal.