Notifikasi
Komunikasi Otomatis

Kirim status backup, tiket, invoice, dan gangguan lewat channel yang tepat.

Notifikasi mendukung WhatsApp Bot, Email, Telegram Bot, dan Push Notification untuk device Netadmin.

Screenshot mockup notifikasi

Fungsi Modul

WhatsApp Bot

Untuk pelanggan, teknisi, dan admin yang butuh pesan cepat.

Email / SMTP

Untuk laporan formal, backup status, invoice, dan arsip komunikasi yang dikirim oleh sistem tenant.

Telegram Bot

Untuk grup NOC/admin agar status operasional terkirim ke channel tim.

Push Notification

Untuk aplikasi Netadmin yang sudah memiliki FCM token aktif.

Cara Setup Channel

Buka `Pengaturan`, masuk ke bagian notifikasi atau channel terkait.
Aktifkan channel yang ingin dipakai: WhatsApp, Email, Telegram, atau Push.
Isi credential sesuai channel: token bot, SMTP, default chat ID, nomor tujuan, atau device push.
Untuk Telegram Bot, buka halaman `Telegram Bot`, isi `Bot Token` dari BotFather dan `Chat ID / Group ID`, aktifkan toggle, lalu klik `Simpan Telegram`.
Dashboard Telegram menampilkan KPI `Status Bot`, `Token`, `Chat Target`, dan `Routing Aktif`; gunakan angka ini untuk memastikan bot siap sebelum test kirim.
Pilih event yang boleh dikirim lewat Telegram pada kartu `Notifikasi yang Diizinkan`, lalu simpan routing Telegram.
Gunakan `Hapus token tersimpan saat disimpan` hanya untuk reset credential Telegram tenant.
Untuk WhatsApp Bot, Base URL Wablas, BalesOtomatis.id, atau Pancake wajib diisi manual oleh tenant. Field credential tidak diisi otomatis; contoh hanya tampil sebagai placeholder.
Saat menambah atau mengedit akun provider WhatsApp, gunakan tab `Credential`, `Routing`, dan `Notifikasi` agar konfigurasi lebih ringkas.
Untuk Pancake, isi `Page Access Token`, `Page ID`, dan tempel `URL Webhook` Kliniktech di dashboard Pancake. Test kirim memakai `Conversation ID`, bukan nomor HP biasa.
Semua provider WhatsApp menampilkan `URL Webhook`. Tempel URL ini ke provider agar pesan masuk masuk ke Inbox WhatsApp Bot Kliniktech.
Statistik WhatsApp Bot membaca Inbox/Outbox umum, sehingga pesan dari webhook, notifikasi, dan test kirim tetap dihitung per tenant.
Default WhatsApp Bot adalah maksimal 3 pesan per menit dan jeda 10 detik per pesan. Admin tenant dapat mengubahnya sesuai batas provider.
Klik tombol `Test` pada baris akun WhatsApp yang ingin dicek, bukan test global, agar credential akun tersebut yang dipakai.
Pastikan status channel menunjukkan terkoneksi atau siap digunakan.

Notifikasi Status Backup

Saat menjalankan backup manual, centang channel tujuan.
Untuk Telegram, isi Chat ID jika ingin mengirim ke grup/channel khusus.
Untuk Push, pastikan admin sudah login dari device Netadmin yang mendukung push.
Setelah backup selesai, lihat status detail: WhatsApp, Email, Telegram, Push berhasil/gagal.
Jika salah satu channel gagal, backup tetap bisa sukses. Perbaiki channel tanpa mengulang seluruh konfigurasi backup.

Template Pesan

Informasi yang wajib ada

Nama tenant, modul, status, waktu, ringkasan hasil, link detail, dan instruksi tindak lanjut bila gagal.

Footer Otomatis

Pesan WhatsApp, Telegram, dan email yang dikirim sistem otomatis ditutup dengan `ion.net.id - Internet Super Ngebut` dan `Portal Pelanggan : https://apps.ion.net.id`. Operator tidak perlu menulis footer ini di setiap template.

Contoh backup sukses

`Backup berhasil. Lokasi: S3 Object Storage. File: backup-2026-06-21.zip. Channel: WA, Email, Telegram, Push.`

Troubleshooting

Telegram gagal

Cek Bot Token, Chat ID, izin bot di grup/channel, toggle `Aktifkan Telegram Bot`, dan jumlah `Routing Aktif`. Jika token lama salah, centang reset token lalu simpan token baru dari BotFather.

Push gagal

Cek apakah ada device Netadmin dengan FCM token aktif. Jika tidak ada device, status akan ditampilkan gagal/tidak tersedia.

Email SMTP gagal

Cek SMTP host, port, username, password, encryption, dan batas pengiriman provider.

WhatsApp gagal

Cek Base URL provider, token/API key, secret/number key, format nomor, kuota provider, dan apakah limit akun atau jeda akun sedang menahan pengiriman. Jika pesan menyebut `WhatsApp Bot nonaktif`, aktifkan toggle provider untuk Wablas/Fonnte/Whapi/provider lain. Jika memakai banyak akun, buka tab provider, cek status akun, statistik gagal, cooldown, bobot, dan routing. Untuk round-robin, cek `Inbox / Outbox`: pesan outbound menampilkan `Sender`/`via` berisi label akun dan nomor sender sehingga pergantian akun terlihat langsung. Lalu klik `Test` pada akun yang bermasalah. Cron `wabot:sync-status` hanya memperbarui status lokal, tidak mengirim ulang pesan gagal.