Portal & API
Self-service & Integrasi

Portal pelanggan dan API untuk koneksi dengan sistem lain.

Portal membantu pelanggan melihat tagihan dan tiket. API membantu partner menghubungkan CRM, finance, helpdesk, atau aplikasi internal.

Screenshot mockup portal dan API

Portal Pelanggan

Pastikan data pelanggan memiliki nomor WhatsApp/email yang valid.
Aktifkan akses portal bila fitur portal digunakan oleh tenant.
Pelanggan membuka portal untuk melihat invoice, status pembayaran, riwayat layanan, dan tiket.
Untuk membayar invoice, pelanggan membuka `Tagihan`, memilih `Bayar Sekarang`, membaca `Panduan Pembayaran Mudah`, memilih channel seperti QRIS/VA/e-wallet/minimarket, lalu menekan `Lanjut Bayar`.
Setelah instruksi muncul, pelanggan mengikuti langkah bernomor: scan QRIS atau salin VA/kode pembayaran, memastikan nominal sama, menyelesaikan pembayaran, lalu menekan `Cek Status Pembayaran`.
Jika pelanggan bingung, arahkan untuk membuka menu `Bantuan` atau mengirim screenshot halaman pembayaran ke admin agar CS bisa memandu tanpa menebak channel yang dipilih.
Jika pelanggan membuat tiket dari portal, CS/NOC tetap memvalidasi dan assign teknisi.
Gunakan notifikasi untuk mengirim update status tiket atau pembayaran.

Cara Generate API Key Tenant

Login sebagai admin tenant.
Buka `Pengaturan`, pilih tab `API Integrasi`.
Isi nama token, misalnya `CRM Sinkronisasi` atau `Finance Readonly`.
Pilih akses `Read only` jika sistem eksternal hanya membaca data.
Pilih `Read & Write` hanya jika sistem eksternal perlu membuat pelanggan atau tiket.
Isi tanggal expired jika token hanya untuk proyek atau vendor sementara.
Klik `Generate API Key`.
Salin token yang tampil. Token hanya tampil satu kali, jadi simpan di secret manager.
Token lama yang tidak dipakai harus direvoke dari daftar token.

Cara Menggunakan API

Header autentikasi

Gunakan `Authorization: Bearer TOKEN` pada setiap request eksternal.

Buat API key dari Pengaturan.
Tes endpoint health atau me untuk memastikan token valid.
Gunakan endpoint read untuk customer, invoice, ticket, package, OLT, atau ONU.
Gunakan endpoint write hanya jika token memiliki akses write.
Catat error response dan rate limit di sistem eksternal agar integrasi mudah diaudit.

Keamanan API

Jangan kirim token melalui chat publik. Gunakan akses minimum, expiry jika memungkinkan, dan revoke token saat vendor/proyek selesai.