HelpdeskTiket & Helpdesk
Fungsi: menerima laporan, membuat tiket, mengatur SLA, assign teknisi available dari home base terdekat, membuat incident massal, membatasi role teknisi hanya ke tiket yang ditugaskan kepadanya, dan menutup gangguan.
Cara kerja incident: tombol `Incident` membuat tiket khusus gangguan massal. Operator memilih OLT atau Home Base sebagai scope, mengisi severity, estimasi pulih, area terdampak, dan penyebab awal, lalu bisa klik `Generate Kata-kata` untuk membuat draft deskripsi incident, template tiket anak/jadwal teknisi, dan pesan WA group. Jika `Auto-tautkan tiket terbuka` dicentang, sistem menautkan tiket `Open`/`Diproses` yang cocok dengan OLT/Home Base. Jika `Langsung buat tiket & jadwal teknisi pelanggan terdampak` dicentang, sistem membuat tiket anak untuk pelanggan dari ONU yang berada pada OLT/Home Base terdampak, menghindari duplikat tiket aktif, memakai template kata-kata tiket anak, lalu membuat jadwal pending di `Jadwal Teknisi` untuk tiap tiket anak. Jika `Kirim WA ke group operasional` dicentang, sistem mengirim ringkasan ke group WhatsApp yang aktif untuk event `Incident Massal` di pengaturan WhatsApp Bot. Jika `Kirim WA ke pelanggan tiket tertaut` dicentang, sistem mengirim template `Tiket Terkait Incident` hanya ke pelanggan dari tiket yang tertaut otomatis.
- Buka `Tiket & Helpdesk`.
- Klik buat tiket dan pilih pelanggan, atau klik `Incident` untuk gangguan massal.
- Untuk tiket biasa, isi kategori, prioritas, dan deskripsi.
- Untuk incident, pilih OLT/Home Base agar auto-link dan pembuatan tiket/jadwal terdampak aman, isi severity dan estimasi pulih, generate/edit kata-kata bila perlu, lalu centang opsi auto-link, buat tiket & jadwal teknisi, WA pelanggan, atau WA group sesuai kebutuhan.
- Atur group tujuan dari `WhatsApp Bot > Daftar Group Notifikasi`; centang event `Incident Massal` pada group NOC/teknisi yang harus menerima pesan.
- Koordinator membuka `Jadwal Teknisi` untuk assign/dispatch jadwal pending dari tiket anak incident.
- Tutup tiket setelah solusi dan bukti lengkap. Untuk incident, gunakan `Selesaikan Incident + Anak` saat layanan normal agar tiket anak aktif ikut resolved.
- Jika tiket selesai perlu dibuka ulang, buka detail tiket lalu klik tombol `Reopen`. Admin dapat mengatur siapa yang boleh reopen dari `Pengaturan > SLA Tiket > Opsi Reopen Tiket Selesai`: pilih role staff yang diizinkan dan, bila perlu, aktifkan pelanggan agar bisa reopen tiket miliknya dari `/portal` dengan alasan wajib.
Indikator sukses incident: toast menampilkan jumlah tiket tertaut otomatis, tiket pelanggan yang dibuat, jadwal teknisi yang dibuat, group WA terkirim, WA pelanggan terkirim, dan WA gagal bila ada. Jika OLT/Home Base kosong, sistem melewati auto-link/pembuatan tiket dengan pesan aman agar tidak semua tiket aktif ikut tertaut.
DispatchJadwal Teknisi
Fungsi: mengatur jadwal PSB, maintenance, gangguan, survey, dan kunjungan pelanggan.
- Buka `Jadwal Teknisi`.
- Pilih tanggal dan teknisi.
- Tambahkan pekerjaan dari tiket/PSB atau buat agenda baru.
- Isi lokasi, waktu, prioritas, dan catatan.
- Pantau status hadir, proses, selesai, atau batal.
HR OperasionalAbsensi & Lembur
Fungsi: mencatat check-in/check-out karyawan, bukti GPS dan selfie, multi Home Base absensi, jadwal fleksibel per staff, gaji pokok, tunjangan, potongan, Take Home Pay, pengajuan izin/cuti/sakit/koreksi, kuota cuti tahunan, notifikasi approval ke admin, audit trail perubahan, work log teknisi dari jadwal/tiket, approval lembur, laporan payroll Absensi, dan export CSV.
Policy Payroll Staff: admin dapat mengatur potongan telat sebagai `Per Hari`, `Per Jam`, atau `Per Menit`, mengisi batas `Telat Dianggap Tidak Masuk`, serta membuat kategori `Potongan Lain` seperti BPJS, Asuransi, Kasbon, Koperasi, atau Lainnya. Payroll menampilkan menit telat, hari telat yang dianggap tidak masuk, potongan tidak masuk, dan rincian kategori agar mudah diaudit.
Setup role: buka `Role & Hak Akses`, cari `Absensi`, lalu aktifkan `Lihat absensi` untuk akses dashboard/rekap/export dan `Kelola absensi` untuk pengaturan, approval lembur, izin/koreksi, saldo cuti, dan Policy Staff.
Aturan check-in: `Check-in Saya` wajib memakai kamera langsung dari perangkat. Operator harus membuka kamera, mengambil foto dari pratinjau live, dan mengirim bukti GPS; foto kamera otomatis di-resize/kompres sebelum dikirim, sedangkan upload/pilih foto dari galeri tidak diperbolehkan untuk check-in.
Cara kerja: aturan tenant tetap menjadi default. Jika staff punya aturan khusus, admin mengisi tab `Policy Staff`: Home Base absensi yang diizinkan, `Gudang Asal Utama Request Barang`, apakah boleh semua Home Base, jadwal fleksibel atau jam kerja khusus, toleransi telat, gaji pokok, tunjangan makan/transport, potongan telat, dan potongan lain. Saat check-in/check-out, sistem memvalidasi GPS terhadap Home Base staff yang ditugaskan; jika belum ada policy/Home Base valid, sistem memakai titik kantor/home base global tenant sebagai fallback.
- Buka menu `Absensi` lalu pilih tab Dashboard untuk melihat ringkasan periode.
- Admin membuka tab `Pengaturan`, mengisi koordinat kantor/home base default, radius meter, batas akurasi GPS, kuota cuti tahunan default, serta opsi notifikasi WA/Telegram approval.
- Admin membuka tab `Policy Staff`, klik `Edit` pada staff, aktifkan `Staff Absensi` bila user ikut absensi, pilih status kerja, pilih satu atau beberapa Home Base absensi atau semua Home Base, pilih `Gudang Asal Utama Request Barang` bila teknisi perlu default gudang tertentu, atur jadwal fleksibel/jam kerja, toggle `Ikut Payroll`, gaji pokok, tunjangan, dan potongan.
- Teknisi menekan `Check-in Saya`, mengizinkan GPS, lalu mengambil atau memilih foto selfie. Jika berada di luar radius semua Home Base yang ditugaskan, sistem menolak dengan pesan jarak dan Home Base terdekat.
- Staff membuka tab `Izin/Koreksi`, lalu memilih `Ajukan Izin/Cuti/Sakit` atau `Ajukan Koreksi` dan mengisi alasan minimal 5 karakter.
- Admin/koordinator membuka tab `Izin/Koreksi`, memilih `Setujui` agar status/jam absensi diterapkan, atau `Tolak` dengan alasan wajib. Admin menerima notifikasi WA/Telegram jika setting aktif dan channel tersedia.
- Admin membuka tab `Kuota Cuti` untuk melihat saldo tahunan, cuti terpakai, penyesuaian, sisa cuti, dan mengubah saldo bila ada carry-over atau koreksi.
- Admin/finance membuka tab `Payroll` untuk melihat rekap staff yang `Ikut Payroll`: hadir, telat, izin/cuti/sakit, lembur approved, gaji pokok, tunjangan, potongan, dan `THP`, lalu export CSV. User non Staff Absensi atau status Nonaktif tidak dihitung.
- Supervisor membuka tab `Lembur`, memeriksa tiket/jadwal penyebab lembur, lalu memilih `Setujui` atau `Tolak` dengan alasan.
- Admin membuka tab `Audit` untuk melihat siapa membuat pengajuan, approve/reject, mengubah policy, mengubah kuota, atau menerapkan koreksi beserta waktu dan detailnya.
Indikator sukses: KPI hadir, work log aktif, lembur pending, menit approved, nominal lembur, badge `GPS` dan `Selfie`, policy Home Base, Gudang Asal Utama Request Barang, status pengajuan `approved/rejected`, sisa cuti, nilai THP, dan audit trail terisi sesuai filter tanggal. Jika tabel policy belum dimigrasikan, tab `Policy Staff` menampilkan pesan error jelas tanpa merusak dashboard Absensi. User yang dinonaktifkan sebagai Staff Absensi tetap bisa login sesuai role, tetapi tidak boleh check-in/check-out dan tidak dihitung payroll.
Absensi MobileFull Suite Absensi
Fungsi: memperluas modul Absensi dengan portal mobile `/absensi`, kamera langsung, GPS, device binding, anti-fraud, Shift/Roster, Device & Fraud, Approval Flow, Payroll Detail, dan Analitik. Tampilan mobile baru menampilkan hero dashboard, KPI bulan berjalan, status device, checklist bukti, progres kamera/GPS, timeline riwayat, pengajuan terakhir, dan tombol install ke home screen.
- Staff membuka `/absensi`, login memakai akun tenant, lalu melihat status hari ini dan roster.
- Staff menekan `Verifikasi Liveness`, mengikuti instruksi wajah hidup, mengambil foto dari pratinjau live, mengizinkan GPS, lalu check-in/check-out. Jika kamera, liveness, GPS, device, radius, mock GPS, atau skor risiko bermasalah, sistem menampilkan pesan error spesifik beserta saran tindakan.
- Jika internet putus saat submit, `/absensi` menyimpan payload ke `Offline Queue` dengan idempotency key lalu mengirim ulang otomatis saat online.
- Staff membuka tab `Fitur` untuk melihat kalender shift, ringkasan payroll pribadi, QR/NFC lokasi, reminder browser, dan visit/site work.
- Admin/koordinator membuka `Approval Mobile` dari tab `Fitur` untuk approve atau tolak pengajuan pending dengan alasan jelas.
- Staff membuka tab `Pengajuan` untuk Izin, Cuti, Sakit, atau Koreksi jam absensi. Pengajuan dari mobile ditandai source `mobile` di audit.
- Admin membuka `Absensi > Shift/Roster` untuk membuat template shift dan assignment harian/off/on-call.
- Admin membuka `Device & Fraud` untuk melihat device yang dipakai staff dan mengubah status menjadi `Trusted` atau `Blocked`.
- Admin membuka `Approval Flow` untuk mengatur approval berjenjang per jenis pengajuan. Jika flow belum dibuat, approval lama tetap berjalan.
- Finance/admin membuka `Payroll` dan `Analitik` untuk memeriksa THP, lembur approved, flag fraud, dan performa periode.
Fallback aman: migration full suite disiapkan sebagai draft dan belum dijalankan otomatis. Jika tabel baru belum tersedia, tab lanjutan dan endpoint mobile mengembalikan pesan `attendance_full_suite_schema_missing` dengan instruksi menjalankan migration setelah approval production.
Auto LivenessLiveness Otomatis
Fungsi: liveness wajah di `/absensi` berjalan otomatis setelah staff menekan `Buka Kamera` dan preview kamera aktif. Staff tidak perlu menekan tombol liveness terpisah.
- Staff membuka `/absensi` lalu menekan `Buka Kamera`.
- Sistem menampilkan instruksi liveness singkat dan countdown otomatis.
- Jika wajah terlihat jelas, status berubah menjadi berhasil dan staff bisa menekan `Ambil Foto` lalu `Check-in`.
- Admin dapat membuka `Absensi > Pengaturan`, mengaktifkan atau mematikan `Liveness wajah wajib`, dan mengatur `Skor Minimal Liveness`.
- Jika liveness gagal, sistem menampilkan pesan jelas seperti kamera belum stabil, wajah belum terlihat jelas, atau skor liveness di bawah batas minimal.
Catatan: izin kamera pertama kali tetap mengikuti aturan browser sehingga staff harus menyetujui permission kamera.
Teknisi MobilePortal Teknisi di /absensi
Fungsi: menjadikan `/absensi` sebagai pusat kerja teknisi mobile dengan tampilan ala portal pelanggan: ringkas, card-based, mobile-first, dan fokus pada aksi lapangan.
- Teknisi membuka tab `Teknisi` untuk melihat `Tugas Hari Ini`, jadwal, tiket aktif, dan work log aktif.
- Teknisi membuka sub-tab `Riwayat Tiket` untuk melihat KPI pribadi seperti Pending, Diproses, Sukses, dan SLA Terlambat, lalu memfilter tiket berdasarkan periode, status, atau pencarian nomor tiket/pelanggan.
- Teknisi klik kartu pekerjaan/tiket untuk membuka detail mobile. Detail menampilkan ringkasan status, pelanggan/lokasi, home base, sumber tiket, waktu dibuat, teknisi/lead, tim, deskripsi, rute Maps, checklist/material, serta Reward & Punishment.
- Untuk tiket aktif, teknisi menekan `Mulai Proses`, `Progress`, `Checklist PSB`, `Request Barang`, `Request Uang`, `Jadwalkan Ulang`, atau `Selesaikan` langsung dari detail. Saat `Progress` dibuka, tiket lain disembunyikan sementara dan form progress tampil tepat di bawah tiket terkait agar catatan/foto tidak salah masuk tiket.
- Foto progress bersifat opsional, diupload dari HP, otomatis di-resize, lalu tersimpan sebagai lampiran tiket. Jika Object Storage/S3 tenant sementara tidak bisa dijangkau, sistem fallback ke local storage agar progress tetap tersimpan. `Jadwalkan Ulang` memperbarui waktu eksekusi tiket dan jadwal teknisi aktif yang terkait.
- `Mulai Visit/GPS` tidak menjadi langkah wajib tiket; tombol itu dipakai untuk jadwal/work log khusus jika admin memang meminta visit tracking.
- Jika pekerjaan PSB, teknisi menekan `Checklist PSB` agar foto wajib, SN ONT, dan material dari `Gudang Teknisi` tersimpan sebelum tiket diselesaikan.
- Panel Reward & Punishment menjelaskan estimasi bonus, syarat cair, hold payout, pembagian tim, dokumentasi wajib, dan potensi punishment yang memerlukan review admin atau otomatis sesuai aturan tenant.
- Teknisi membuat `Request Uang Operasional` untuk bensin, parkir, tol, konsumsi, pembelian kecil, reimbursement, atau kasbon. Bukti/struk wajib JPG, PNG, WEBP, atau PDF maksimal 5 MB.
- Teknisi membuka `Request Barang`, memilih `Gudang Asal` yang otomatis difilter sesuai Home Base teknisi, memilih `Referensi Tiket/Jadwal`, lalu menambahkan satu atau banyak item dengan tombol `Tambah Item`. Setiap baris item memilih barang yang benar-benar tersedia di stok gudang/POP tersebut, quantity, dan catatan opsional. Jika gudang kosong, quantity melebihi stok, item duplikat, atau referensi bukan milik teknisi, sistem menolak dengan pesan jelas. Jika item masih ada di `Gudang Teknisi`, sistem menampilkan stok tersisa dan meminta konfirmasi `Tetap Request Barang`.
- Saat Gudang/Admin memproses request teknisi, stok dipindahkan dari Gudang Asal wilayah teknisi ke `Gudang Teknisi - Nama Teknisi`; jika lokasi teknisi belum ada, sistem membuatnya otomatis.
- Pesan error menjelaskan field yang kurang: detail pekerjaan belum termuat, tiket tidak ditemukan/assignment salah, catatan progress terlalu pendek, foto progress tidak valid, jadwal ulang belum lengkap, judul/nominal/keterangan/bukti request uang, Gudang Asal tidak sesuai Home Base, item/quantity/alasan request barang, katalog Gudang, atau stok Gudang Teknisi yang belum tersedia.
Indikator sukses: kartu Work bisa diklik ke detail, tombol aksi tidak membuka detail tanpa sengaja, reward/punishment terbaca oleh teknisi, form progress fokus pada tiket terkait, request uang tampil dengan nomor MR dan status pending/approved/paid, request barang tampil dengan nomor request dan jumlah item, stok masuk ke Gudang Teknisi setelah diproses, serta visit/tracking hanya berjalan jika memang dimulai dari fitur Visit.
PSB MobileChecklist PSB di /absensi
Fungsi: memastikan tiket PSB tidak ditutup tanpa bukti instalasi, data ONT/SN, dan material terpakai yang lengkap dari HP teknisi.
- Teknisi membuka tab `Teknisi`, memilih tiket PSB, lalu menekan `Checklist PSB` atau `Progress`.
- Tahap `Foto` mewajibkan Foto ODP, Power ODP, label/port ODP, depan rumah pelanggan, ONT dan SN, power ke ONT, ONT terpasang, dan speedtest. Foto JPG/PNG/WEBP otomatis di-resize sebelum upload dan tersimpan sebagai draft.
- Tahap `Material` mewajibkan pilihan ONT/SN, kabel, konektor SC, pigtail, dan item tambahan dari `Gudang Teknisi`. Item muncul hanya jika stok sudah dipindahkan oleh Gudang/Admin dari Request Barang teknisi ke `Gudang Teknisi`; stok gudang pusat/POP tidak langsung bisa dipakai pada form material lapangan.
- Tahap `Review` menampilkan foto yang sudah/kurang, ringkasan material, dan tombol `Selesaikan Tiket PSB` hanya efektif saat checklist lengkap.
- Saat tiket diselesaikan, sistem mengurangi stok `Gudang Teknisi` sesuai material terpakai dan menandai SN ONT sebagai terpasang/deployed.
- Jika data belum lengkap atau stok teknisi belum tersedia, sistem menolak resolve dengan pesan jelas yang menyebut item yang kurang, misalnya foto speedtest, ONT/SN, kabel, konektor SC, pigtail, atau stok Gudang Teknisi.
Setup wajib: tiket PSB harus memiliki jadwal teknisi dan Request Barang harus sudah diproses Gudang/Admin agar stok masuk ke Gudang Teknisi. Jika belum ada stok, teknisi membuat Request Barang terlebih dahulu dari `/absensi`.
Fallback aman: teknisi dapat mengganti foto/material dengan upload atau simpan ulang sebelum tiket selesai. Tiket yang sudah resolved/closed perlu reopen oleh role yang diizinkan sebelum checklist dikoreksi lagi.
Akun MobileAkun & Perangkat di /absensi
Fungsi: membantu staff/teknisi mengecek profil, status perangkat, preferensi portal, dan bantuan izin browser langsung dari `/absensi`.
- Buka tab `Akun` pada bottom navigation `/absensi`.
- Periksa nama, email, role, tenant, Device UID, dan jumlah antrian offline.
- Lihat status device: `trusted`, `pending`, atau `blocked`. Jika belum trusted, minta admin membuka `NetAdmin > Absensi > Device & Fraud`.
- Gunakan `Ganti Theme`, `Install PWA`, dan `Reminder` sesuai kebutuhan perangkat.
- Jika kamera/GPS bermasalah, baca bantuan cepat: izin kamera, lokasi akurasi tinggi, dan panduan device belum trusted.
- Gunakan `Salin Device UID` untuk verifikasi admin dan `Logout` saat HP dipakai bersama.
Indikator sukses: halaman mengikuti theme dark/light, kartu device jelas, status browser tampil, dan action button tetap readable di mobile.
BrandingPengaturan Tampilan /absensi dari NetAdmin
Fungsi: admin dapat mengatur branding dan theme portal `/absensi` tanpa edit file manual.
- Buka `NetAdmin > Absensi > Pengaturan`.
- Pada bagian `Tampilan /absensi`, isi `Judul Brand`, `Subjudul Brand`, `Judul Hero`, dan `Subtitle Hero`.
- Pilih `Mode Theme Default`: `Ikuti pilihan user`, `Paksa Dark`, atau `Paksa Light`.
- Pilih `Warna Aksen` dan `Warna Hero` dengan format HEX valid. Sistem menolak warna yang tidak valid.
- Aktifkan/nonaktifkan `Tampilkan ilustrasi hero teknisi` sesuai kebutuhan.
- Klik `Simpan`, lalu refresh `/absensi`. Portal mobile memakai setting tenant terbaru dari API status mobile.
Fallback aman: jika setting kosong atau warna tidak valid, sistem memakai default `Absensi`, `Portal mobile staff`, `Portal Teknisi`, aksen biru, dan hero biru.
LoginLogin /absensi ala Portal Pelanggan
Fungsi: halaman login `/absensi` dibuat lebih informatif dan mobile-friendly agar staff paham manfaat portal sebelum masuk.
- Staff membuka `/absensi` dan melihat hero `Selamat datang di Absensi Mobile` dengan penjelasan absensi, GPS, device audit, dan keamanan.
- Staff mengisi `Email Staff` dan `Password`, lalu menekan `Masuk Absensi`.
- Jika password perlu dicek, staff dapat memakai tombol mata untuk menampilkan/menyembunyikan password.
- Jika input salah, sistem menampilkan pesan jelas: email wajib, format email tidak valid, password wajib, email/password tidak cocok, akun tidak punya akses, terlalu banyak percobaan, koneksi terputus, atau server bermasalah.
- Setelah login berhasil, perangkat otomatis didaftarkan untuk audit device dan anti-fraud.
Indikator sukses: tombol berubah loading saat proses login, pesan sukses tampil, lalu staff masuk ke dashboard `/absensi`.
GPS TrackingGPS Tracking Visit /absensi
Fungsi: mencatat titik lokasi teknisi selama visit/site work berjalan, tanpa tracking 24 jam.
- Admin membuka `NetAdmin > Absensi > Pengaturan`, lalu mengaktifkan `GPS Tracking Visit`.
- Admin mengatur interval tracking, batas akurasi GPS, dan batas stale tracking.
- Teknisi membuka `/absensi`, masuk tab `Fitur`, lalu menekan `Mulai Visit`.
- Selama visit aktif dan halaman `/absensi` terbuka, sistem mengirim titik lokasi berkala ke backend.
- Jika internet putus, titik tracking masuk Offline Queue dan dikirim saat koneksi kembali.
- Teknisi dapat menekan `Kirim Titik Sekarang`, `Mulai Tracking`, atau `Stop Tracking` bila diperlukan.
- Saat `Selesai Visit`, sistem mengirim titik terakhir lalu menghentikan tracking.
Pesan status: `Tracking aktif`, `GPS lemah`, `Offline`, `Tracking stale`, atau `Belum ada Visit aktif` tampil langsung di `/absensi` agar teknisi tahu apa yang harus dilakukan.
Batasan PWA: browser dapat membatasi GPS saat halaman ditutup/background. Untuk tracking background penuh, gunakan aplikasi native/APK.
RewardInsentif Staff
Fungsi: mengatur reward dan punishment staff/teknisi per tenant agar nominal, satuan, syarat, hold, review, payout, dan deskripsi tidak hardcoded.
- Buka `Insentif Staff` di NetAdmin. Modul ini dipisahkan dari `Absensi` agar Absensi fokus ke hadir, telat, izin/cuti, lembur, payroll, dan policy staff.
- Pada tab `Aturan Bonus`, setiap aturan tampil sebagai kartu theme-aware. Isi nama aturan, sumber Tiket/Jadwal/Incident/Work Log/Referral, tipe pekerjaan, nominal, satuan hitung, pembagian, hold pencairan, syarat, deskripsi, dan status aktif.
- Pengaturan komisi referral tetap berada di `Referral / Reseller`; bonus referral staff/teknisi hanya ditarik ke `Insentif Staff` untuk review dan payout jika email atau nomor HP referrer cocok dengan akun internal.
- Pada tab `Punishment`, isi nama potongan, sumber, trigger, nominal/persen, mode review admin atau otomatis, grace period, dan deskripsi transparan untuk staff/teknisi.
- Jika ada field salah, sistem menampilkan pesan jelas seperti nama aturan wajib, nominal tidak boleh negatif, hold/grace harus 0-365 hari, deskripsi wajib, permission kurang, atau referensi payout wajib.
- Pada tab `Review Bonus`, admin menyetujui, menolak, atau mengembalikan item ke pending dengan catatan jelas.
- Pada tab `Payout`, item approved yang belum paid bisa ditandai sudah dibayar dengan referensi payout.
- Teknisi membuka `/absensi` sub tab `Insentif` untuk melihat estimasi bonus, status review, hold cair, syarat, dan payout.
Fallback aman: tahap awal menyimpan aturan dan review di setting tenant. Jika perlu audit akuntansi lebih detail, data bisa dimigrasikan ke tabel khusus tanpa mengubah konsep UI.
TeknisiHome Base
Fungsi: mengelompokkan teknisi berdasarkan base/area kerja agar dispatch lebih cepat, sekaligus menentukan gudang mana yang boleh dipakai teknisi untuk Request Barang di `/absensi`.
- Buka `Home Base`.
- Tambah nama base, lokasi, area cakupan, dan koordinator.
- Masukkan teknisi ke base yang sesuai.
- Pada bagian Gudang Asal Request Barang, centang gudang/POP yang boleh dipakai teknisi base ini. Contoh: Home Base BONGAN dicentang `Gudang Bongan` dan `Gudang Utama` agar teknisi Tabanan tidak hanya melihat satu gudang.
- Gunakan base saat assign tiket atau jadwal PSB.
Catatan: jika tidak ada gudang yang dicentang, sistem memakai pencocokan otomatis dari nama wilayah (perilaku lama). Mapping resmi selalu diprioritaskan bila diisi.
Mobile WorkLapangan
Fungsi: halaman teknisi untuk melihat tugas, update status, upload foto, catatan, dan pemakaian barang.
- Teknisi membuka menu `Lapangan`.
- Pilih tugas hari ini.
- Ubah status saat mulai pekerjaan.
- Isi hasil pengecekan, foto, dan material.
- Selesaikan pekerjaan saat layanan normal.
InternalCatatan / Memo
Fungsi: mencatat informasi internal seperti instruksi khusus pelanggan, catatan billing, kendala teknis, atau memo operasional.
- Buka `Catatan / Memo` atau detail pelanggan/tiket.
- Klik tambah catatan.
- Pilih tipe catatan dan visibilitas.
- Tulis memo singkat dan jelas.
- Simpan agar tim lain bisa melihat konteks.